Senin, 11 Juli 2011

SEPENGGAL DOA PEMULUNG TUA

Wahai tuhan lihat langkah rapuhku…….
Wahai tuhan dengar nafas sengalku…
Wahai tuhan tak ku hitung sisa umurku….

Ditanah yang yang katanya subur ini aku makan dari yang mereka buang…..
Di negeri yang katanya makmur ini aku minum dari yang mereka buang…
Di tempat yang  Nyaman ini aku tidur bagai orang yang terbuang…..

Mengais yang orang buang di anggap hina…
Bagaimana para koruptor  bisa tertawa tanpa merasa hina…
Sementara ia mengambil sebagian dari hak ku…..

Aku adalah sekumpulan manusia yang terabaikan..
Jauh dari harap tinggi kedamaian yang di janjikan…
Pendengar setia nyanyian  sumbang kota….
Pendiri abadi cerita miris lukisan jaman…

Dari tempat kotor ini ingin ku teriakan doa dan harapku wahai tuhan…
Aku tak pernah meminta tempat tidur nyaman…
Aku tak pernah meminta kendaraan mewah….
Aku tak ingin berlibur keliling dunia….
Aku tak meminta pakaian mahal…..
Doa dan harapku hanyalah cukupkanlah  hidupku sampai dimana tugasku selesai…
Menyekolahkan anaku,,,menafkahi istriku…dan menjadi imam di keluargaku..hanya itu tugasku….
Dan jangan biarkan banyak orang menjadi sepertiku…dan jangan biarkan mereka menjadi lukisan miris penghias kota…
Yang menjadikan negri penuh caci atas deritanya..dan biarkan doaku menjadi penghias nyanyian laju nafas jaman…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar