Kian hari kian bertambah usiamu....
Kian banyak cobaan datang padamu..
parade murka penghunimu setia sejak dulu...
lalu kapan berlalu??? seisi negeri tanya itu
Salahkah dewa melahirkan kami di tanahmu???
Tangan hina ini kian gemar merusakmu...
Seluruh nama mencacimu..akibat ulah pengurusmu...
ini catatanku.... hanya celotehku.....
nyanyian sumbang penghunimu...
orang bilang hanya menambah dukamu...
justru hanya pelampiasan dukaku karena mu......
tak terlihat namun nyata tertumpuk dalam jiwa..
aku masih menyimpan jutaan mimpi di tanahmu....
masih menanam harap di air mu...
masih berdoa untuk kebaikan penghunimu...
masih menangisi bencana yang menimpamu....
masih menaruh pinta pada pengurusmu.....
aku masih optimis kau bisa lantang bernyayi di depan DUNIA...
berhenti menangis negeriku..
jangan terlalu pula terbahak tertawa....
jalan masih sangat jauh...kau akan lihat berganti generasi pengurusmu..
kau masih akan melihat banyak pemimpi dan pejuang di tanahmu...
kau akan masih akan lihat warna bendera lusuhmu di depan rumah veteran yang terlupakan jasanya....
BERHENTI MENGELUH INDONESIAKU
TERBANGLAH GARUDAKU
BERKIBARLAH SANGSAKA
BERNYANYILAH PUTRA PUTRI BANGSA
HARI HARI ESOK ADALAH MILIK KITA....!!!!!
Senin, 27 Juni 2011
Jumat, 10 Juni 2011
SAMPAH
Mereka ada dan mereka nyata.
Mereka bicara bahkan teriak.
mereka melihat juga mendengar.
mereka wajar????
tidak!!!!
mereka tidak berperasaan.
dimana jutaan orang gerah berdiam di negeri ini,, dimana tangis kelaparan menjelma jadi nyayian pengantar tidur,, merekalah yang perlu dituntut janjinya.
berjuta janji mereka adalah nyayian nafas jaman pengiring parade kesengsaraan.
mirisnya sebagian kita menganggap janji mereka adalah doa penghantar pada kesejahteraan.
lihat di sebelahku,lihat perhatikan sekelilingmu..
tak berguna tak terpakai maka kita berlisan itu SAMPAH..
lihat jauh di kota itu...
berdiam,memalingkan wajah saat jutaan rakyatnya bernyanyi minta makan..
tertidur saat rekannya berjuang demi orang yang katanya di wakilinya...
maka kita berlisan SAMPAH
itu menggunung di senayan.....
Mereka bicara bahkan teriak.
mereka melihat juga mendengar.
mereka wajar????
tidak!!!!
mereka tidak berperasaan.
dimana jutaan orang gerah berdiam di negeri ini,, dimana tangis kelaparan menjelma jadi nyayian pengantar tidur,, merekalah yang perlu dituntut janjinya.
berjuta janji mereka adalah nyayian nafas jaman pengiring parade kesengsaraan.
mirisnya sebagian kita menganggap janji mereka adalah doa penghantar pada kesejahteraan.
lihat di sebelahku,lihat perhatikan sekelilingmu..
tak berguna tak terpakai maka kita berlisan itu SAMPAH..
lihat jauh di kota itu...
berdiam,memalingkan wajah saat jutaan rakyatnya bernyanyi minta makan..
tertidur saat rekannya berjuang demi orang yang katanya di wakilinya...
maka kita berlisan SAMPAH
itu menggunung di senayan.....
Langganan:
Postingan (Atom)
