Rabu, 13 Juli 2011

Catatan Terakhir Ksatria Sastra

Masihkah berani teriak dalam tirani yang terus mengoyak….
Masihkah mampu berlari dalam eratnya belenggu besi dari takdir diri..
Lantang nyayian kini hanya suara teriakan kelaparan dari nafsu yang tak elak di dustai…
Lantas apa alasan yang membuat kau terus bermimipi….

Di tanah basah yang di banjiri air mata darah kita hanya mampu memaki…
Mengapresiasi  jeritan murka para ksatria sastra…
Terilhami dari parade murka kau kibarkan bendera yang kau imani akan memakmurkan..
Lalu sebagian darimu mengangkat senjata pertanda perang..

Kemudian mana cinta yang kau nyayikan??
Mana damai yang kau janjikan??
Mana aman yang kau suri teladan kan??

Kita hanya koleksi boneka dari sekumpulan orang di gedung putih..
Sekumpulan mesin pembunuh abad ini…
Berkelakar dengan sejuta dogma palsu..
Lalu dengan satu jari memusnahkan apa yang mereka benci..

Namun harap yang lusuh ini selalu jadi lamunan sebelum tidur…
Lalu berbunga dalam mimpi indah menjelang malam..
Sampai saat membuka mata di pagi hari semuanya kembali…
Kita hanya mampu bermimpi…
by : Yoan Dipo A

Senin, 11 Juli 2011

Thufail Alghifarie (surat untuk ibu)

thufail alghifari adalah penyanyi rap muslim, dia adalah seorang mualaf. dia memilih islam sebagai jalan hidupnya . dia mencipatakan lagu ini sebagai permintaan maaf  kepada ibunya karena telah masuk islam. sebenarnya masih banyak lagu lagu yang bertemakan perjuangan muslim.
berikut kutipan lirik lagu "surat untuk ibu" :
Dimana aku bersandung tentang dukamu. Inilah laguku untukmu ibu. Sekedar pengharapanku agar kau tahu. Setulus kewajibanku sebagai seorang anak. Membingkai kenangan kita. Butiran2 kenangan perjalanan waktu. Waktu yang selalu kuingat dalam sentuhan wejanganmu. Diujung pintu rumah ku berlalu. Menahan pilu tentang kehilangan dirimu. Tapi jalan hidup adalah nuansa. Nuansa yang ingin kujawab dengan kebenaranyang sempurna. Ber-antah logika yang harus kuterima, logika dari fakta konsekuensi ujung hati yang ingin bicara, tentang fakta, tentang realita yang kutemukan bersama cinta empunya surga. Basah kasih sayang dari keharuman Madinah, disetiap pertarungan sisi hati yang ingin menyapa hidayah. Hidayah dari sebuah permata. Yang membakar batas peradaban dunia.
reff : Sudahkah kau mau mengerti, [???], tentang Allah dan KebenaranNya sentuhi ruang. Kutak pernah bermaksud menyakitimu. Tapi ini lah jalan hidupku yang kupilih tanpa paksaan. Nurani yang memanggil jiwaku…
Salahkah aku bertanya tentang Trinitas, atau tentang Tuhan yang kecewa terhadap pohon Ara, atau legenda sang rasul pembohong di antiokia. Lalu siapakah Lord dan pornografi incest dalam cerita Kejadian. Dan nabi seperti apakah yang telanjang di depan budak perempuan para hambanya. Seperti Apsalon yang menzinai gundik ayahnya, di depan mata seluruh Israel. Skematis rasis di pintu Samaria. Dan perempuan Kana’an yang teraskan anjing pramuria. Beri celah antara kerancuan dan kitab tercabul melebur zina. Bagi Tuhan yang bahkan masih bisa tertidur dan menangis ketakutan. Bacakanlah doktrin itu Ibu, dogma tritunggal yang membohongi fakta. Hingga misteri laki-laki yang bersinar dari pegunungan Paran. Generasi cahaya robbani dari revolusi suku Edar. Dan mimpi Yesaya atas kedatangan pasukan onta. Maka aku bersaksi Ibu, diatas ketulusan hati ini, bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan nabi Muhammad itu utusan Allah.

SEPENGGAL DOA PEMULUNG TUA

Wahai tuhan lihat langkah rapuhku…….
Wahai tuhan dengar nafas sengalku…
Wahai tuhan tak ku hitung sisa umurku….

Ditanah yang yang katanya subur ini aku makan dari yang mereka buang…..
Di negeri yang katanya makmur ini aku minum dari yang mereka buang…
Di tempat yang  Nyaman ini aku tidur bagai orang yang terbuang…..

Mengais yang orang buang di anggap hina…
Bagaimana para koruptor  bisa tertawa tanpa merasa hina…
Sementara ia mengambil sebagian dari hak ku…..

Aku adalah sekumpulan manusia yang terabaikan..
Jauh dari harap tinggi kedamaian yang di janjikan…
Pendengar setia nyanyian  sumbang kota….
Pendiri abadi cerita miris lukisan jaman…

Dari tempat kotor ini ingin ku teriakan doa dan harapku wahai tuhan…
Aku tak pernah meminta tempat tidur nyaman…
Aku tak pernah meminta kendaraan mewah….
Aku tak ingin berlibur keliling dunia….
Aku tak meminta pakaian mahal…..
Doa dan harapku hanyalah cukupkanlah  hidupku sampai dimana tugasku selesai…
Menyekolahkan anaku,,,menafkahi istriku…dan menjadi imam di keluargaku..hanya itu tugasku….
Dan jangan biarkan banyak orang menjadi sepertiku…dan jangan biarkan mereka menjadi lukisan miris penghias kota…
Yang menjadikan negri penuh caci atas deritanya..dan biarkan doaku menjadi penghias nyanyian laju nafas jaman…