Rumbia di atas kepala saat ini adalah simbol ketidaknyamanan...
dinding papan adalah simbol kesengsaraan....
lantai tanah hanya pijakan pelampiasan..........
pagar alang alang adalah batas strata hidup kaya dan miskin.......
mereka,aku,dia dan kita melihat..
pedulikah???.
sedihkah???
hatiku tak menjawab.....
tangisan lapar pengiring perjalanan saat belajar hidup tak ia dengar....
teriakan cemooh nasib mengiang tak di jadikan harapan...
tanyaku, akankah terus diam???.....
jawabnya...."lalu mau apa".......
aku pernah menjadi berada...lisannya...
lantas roda hidup berikan tanda iya masih berputar...
temanku tak begini di negeri sana...andaikan aku ikut tampaknya akan demikian adanya...
tapi aku cinta tanahku...maka aku disini...
kalau kau bilang aku melawan nasib...menurutku aku belajar hidup...
( kutipan diatas didedikasikan untuk sahabat saya. dia adalah sosok ksatria dalam melawan kerasnya hidup di negeri kita. sosok yang sabar untuk berbagai ujian yang menurutku tak lagi wajar, dulu dia orang berada..bahkan pernah memberiku uang untuk membeli sebuah handphone. dia bangkrut di tipu teman bisnisnya. tak sekedar bangkrut. kini dia hanya tidur di rumah berukuran 3 x 4 m dengan atap jerami dan dinding papan. sendiri. orang tuanya telah lama meninggal. dia yak pernah sudi menerima bantuan dari siapa pun..sabar kawan.ini tentang edukasi yang tak kau dapat dari sekolah atau pun skripsi.) to: Dwijanarko fuady
Jumat, 11 Maret 2011
Rabu, 09 Maret 2011
GENERASI PECUNDANG
Kubilang berhenti sajalah....
Kusarankan kau beristirahat...
kubilang pulang sajalah.......
nikmati hari tua mu.......
langkah layu itu bosan di lihat....
nafas sengal itu tak enak di dengar.....
tebar janji kau berdiri...
lantang nyayian reformasi bergema ke ujung negeri...
penat jutaan wajah mencaci..
karena tak jadi nyata sampai hari ini...
langkah tegap kami kau nilai ceroboh..
nafas menderu kami kau sebut anarkis.....
serahkan negeri ini....
generasi baru mengganti..
bukan tak paham selama ini..
hanya tiada kesempatan kau beri....
terasa sudah cukup tampuk tirani..
kini saatnya generasi yang lebih berani...
bukan seperti para pecundang di kantor mewah dari uang kami........
Kusarankan kau beristirahat...
kubilang pulang sajalah.......
nikmati hari tua mu.......
langkah layu itu bosan di lihat....
nafas sengal itu tak enak di dengar.....
tebar janji kau berdiri...
lantang nyayian reformasi bergema ke ujung negeri...
penat jutaan wajah mencaci..
karena tak jadi nyata sampai hari ini...
langkah tegap kami kau nilai ceroboh..
nafas menderu kami kau sebut anarkis.....
serahkan negeri ini....
generasi baru mengganti..
bukan tak paham selama ini..
hanya tiada kesempatan kau beri....
terasa sudah cukup tampuk tirani..
kini saatnya generasi yang lebih berani...
bukan seperti para pecundang di kantor mewah dari uang kami........
Selasa, 08 Maret 2011
HIDUPKU DALAM MIMPIKU (khayalan sederhana bocah pesisir)
Sampai hari ini...langit masih tak begitu cerah di negeriku..sementara insan lain bangun untuk bekerja,aku masih sibuk mengatur merangkai mimpiku....Menurut orang aku salah,begitu juga menurutku...Selalu ada orang baru di siaran televisiku, yang katanya baru pulang dari amerika atau jepang.pulang sebagai juara olimpiade matematika,fisika,atau kimia.....Di acara om yang rambutnya kribo ada orang orang indonesia yang lagi liburan kerja,dan pulang ke Indonesia dari amerika , katanya disana kerja di NASA, ada yang di jerman menjadi dosen biologi,ada yang kerja di boeing,ada yang dari jerman yang katanya berhasil nemuin ini itu atau sebagainya..Lucunya negeri ini bangga. orang yang di bawah kelaparan tak mengerti. aku pun begitu. dalam benakku "KENAPA BUKAN DI DAN UNTUK NEGERI SENDIRI". Lalu aku dalam khayalku: lulus dari kampus swasta ini, mencari uang untuk naik haji orang tua ku, mencari kesempatan untuk mengharumkan nama negri dalm bidang seni, menafkahkan hartaku untuk kaum yang seharusnya mendapatkan itu dan cukup, Lalu matiku menjadi tangis semua orang dipelosok negeri. hanya itu mimpi bocah pesisir.
Senin, 07 Maret 2011
Catatanku Sampai (sampai hari ini)
entah apa lagi yang harus kukatakan pada negriku..catatan buku kecil hati ini memudar..jarang kubuka karena memang tak ada yang menarik..sedikit melangkah ku temui buruknya birokrasi..kembali menoleh banyak rakyat kelaparan..jauh berlari,,,,,,,,,,kekerasan,mafia hukum,korupsi,kemacetan,,,,,,semuanya menjadi berita utama.
lantas aku....bukan merasa suci,hanya ragu..mana yang harus kuselamatkan seandainya aku bisa??? negriku dari "orang orang itu" atau aku dari negriku yang diurus "orang orang itu".
ini teriakan hati yang menurutku sulit dilihat sebagai puisi. memang tak indah..tapi ini dari hati...hati yang menolak hidup seperti ini di tengah negri yang seperti ini...
lantas aku....bukan merasa suci,hanya ragu..mana yang harus kuselamatkan seandainya aku bisa??? negriku dari "orang orang itu" atau aku dari negriku yang diurus "orang orang itu".
ini teriakan hati yang menurutku sulit dilihat sebagai puisi. memang tak indah..tapi ini dari hati...hati yang menolak hidup seperti ini di tengah negri yang seperti ini...
Langganan:
Postingan (Atom)